Kurangi Melakukan Hal Remeh dan Lakukan yang Penting-Penting Saja

Ulasan Buku Esensialisme karya Greg McKeown.

BLURB
Pernahkah Anda menemukan kesibukan Anda tepecah habis-habisan dalam kehidupan pribadi atau kerja?
Pernahkah Anda menemukan kesibukan Anda terpecah Pernahkah Anda merasa mengerjakan tugas terlalu banyak dan hasilnya tidak terpakai?
Pernahkah Anda merasa sibuk tetapi tidak produktif?
Pernahkah Anda merasa selalu bergerak, tetapi tidak pernah sampai ke mana pun?
Apabila jawaban Anda ya untuk semua tadi, jalan keluarnya adalah menjadi seorang Esensialis. Ini bukan strategi manajemen waktu, melainkan sebuah disiplin sistematik yang Anda terapkan setiap kali Anda berhadapan dengan sebuah keputusan. Dengan memaksa diri menerapkan kriteria lebih selektif untuk yang esensial, pencarian yang pokok saja memungkinkan kita memegang kendali atas pilihan-pilihan kita sehingga kita dapat memberikan kontribusi setinggi mungkin untuk hal-hal yang sungguh penting.

"To attain knowledge, add things every day. To attain wisdom, subtract things every day.”—Lao-Tzu    

SUMMARY
Seorang esensialis mencari "yang lebih sedikit tetapi lebih baik" dengan disiplin. Esensialis tidak akan sulit mengatakan "tidak" jika dianggap tidak prioritas. Dalam mengambil keputusan, ia terbiasa untuk bertanya pada dirinya terlebih dahulu "apakah ini tepat?". Prinsip esensialis adalah bagaimana hal-hal yang tepat dapat diselesaikan. Mereka akan sebijak mungkin dalam waktu dan energi, hanya melakukan hal-hal yang esensial. Oleh karena itu, seorang esensialis akan merencanakan apa yang akan ia lakukan.

Cara seorang esensialis
1. Eksplorasi dan Evaluasi.
Bagaimana kita bisa sibuk dengan banyak yang remeh sedangkan yang vital hanya beberapa? Esensialis kerap mengajukan pertanyaan, " apakah ini ada peluang di masa depan?", "Apakah ini akan sering digunakan?" dsb. Tujuan eksplorasi adalah mencermati beberapa yang vital di antara banyak hal yang remeh.

2. Eliminasi.
Bagaimana kita dapat memangkas habis banyak hal yang remeh? Esensialis akan menimbang akankah dilakukan atau tidak, penting atau tidak, dsb. Tidak semua yang terlihat baik akan menghasilkan hal baik. Bisa jadi beberapa dari mereka malah menghasilkan hal buruk untuk kita. Maka, perlu strategi yang konkret dan inspiratif, serta memiliki niat yang bermakna dan mudah diingat, sehingga dapat mengambil keputusan untuk meniadakan seribu keputusan di kemudian hari.

3. Eksekusi.
Bagaimana kita dapat mengerjakan beberapa hal vital hampir tanpa kesulitan? Setelah melakukan dua tahap di atas, esensialis akan membuat sistem agar melakukannya dengan mudah, tanpa kesulitan dan selancar mungkin.

Pikiran Esensialis fokus pada hal penting saat ini dan menikmatinya.

"Seorang Esensialis menghasilkan lebih banyak — menciptakan lebih banyak — dengan mengeliminasi lebih banyak, bukan mengerjakan lebih banyak.

REVIEW
Saya kerap terjebak dalam pikiran " lumayan ini peluang, tapi bagaimana dengan ini (hal lain)?" Pepatah "Kesempatan tak akan datang dua kali" membuat kita banyak berpikir. Di dalam buku ini, mengeliminasi banyak hal "tidak penting" karena pembandingnya adalah berkumpul bersama keluarga. Menurut saya, jika ingin seperti itu, buatlah manajemen waktu. Saya setuju dengan sistem yang dipaparkan di dalam buku ini. Namun, bukan berarti menolak kesempatan, bukan? Kesempatan tidak datang setiap hari, minggu, bahkan tahun, kan? Memang perlu dipikirkan dan dieksplorasi. Jika memang menarik dan ada waktu, meski itu tidak penting, kenapa tidak dilakukan?
Menurut saya, seorang esensialis dapat dikatakan banyak berpikir. Tak ada bedanya dengan saya yang overthingking yang kerap menimbang-nimbang sesuatu. Namun, tak berarti saya sepenuhnya setuju dengan buku ini, apalagi menyangkut kesempatan. 

Saya merasa terjemahan buku ini agak kaku. Beberapa bagian sulit saya cerna maksudnya, sampai harus baca versi bahasa Inggrisnya agar paham.

Tadinya mau saya kasih empat bintang dari lima, tapi karena beberapa terjemahan menyulitkan saya dan beberapa poin tidak masuk nalar saya, jadi saya kasih tiga bintang saja.


⭐⭐⭐
May read 

Rose Diana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Novel Botchan - Natsume Sõseki

Ulasan Novel Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990) - Pidi Baiq

Ulasan Novel Pulang - Tere Liye

Ulasan Novel Heaven On Earth - Kaka HY

Ulasan Novel Hyouka - Yonezawa Honobu