Rahasia Kabut #Cerpen
Di sebuah kelas kepenulisan yang memiliki peserta kurang lebih tiga puluh orang, termasuk aku di dalamnya. Hari itu adalah hari terakhir kelas setelah menjalani selama dua bulan. Tepat di sebuah pedesaan yang dikelilingi kebun teh dan bukit serta pegunungan yang aku pun tak tahu apa nama tempatnya. Kami menginap di sebuah vila milik kakek dari pengajar kami—pemilik sekolah kepenulisan. Ketika kami tiba, kami dibagi beberapa kelompok. Satu kelompok terdiri dari tiga siswa dan satu pembimbing. Aku satu kelompok dengan Maya dan Vina serta pembimbing bernama Kak Fajar. Di antara kami berempat, tiga di antaranya memakai jilbab, Maya tidak. Setelah pembagian kelompok selesai, kami diberikan tugas membuat sebuah karya dengan latar belakang sekitar vila. Saat itu Kak Fajar mengajak kami berjalan ke arah kebun teh. Aneh, hanya kami berempat yang ke arah kebun teh. Melewati semak belukar dan jalan setapak, kami nikmati udara segar. Entah jam berapa saat itu, yang jelas ketika aku mengad...