Postingan

Antara Musik, Cinta dan Politik

Ulasan Novel Rapijali karya Dee Lestari. Blurb Ping merasa telah memiliki segala yang ia butuhkan. Dunianya yang damai di Pantai Batu Karas, rumahnya yang penuh alat musik di tepi Sungai Cijulang, seorang sahabat terbaik, serta kakek yang menyayanginya. Namun, diam-diam Ping menyimpan kegelisahan tentang masa depannya yang buram. Bakat musiknya yang istimewa tidak memiliki wadah, dan ia tidak berani bercita-cita. Hidup Ping jungkir balik ketika ia harus pindah ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga calon gubernur. Ping mesti menghadapi sekolah baru, kawan-kawan baru, dan tantangan baru. Mungkinkah ia menemukan apa yang hilang selama ini? Dan, apakah Ping siap dengan yang ia temukan? Bahwa, hidupnya ternyata tidak sesederhana yang ia duga. Review Ini kedua kalinya saya ikut digitribe cerbung karya Maksur Dee Lestari. Sebelumnya Aroma Karsa, kemudian tahun ini Rapijali. Meskipun suasana dan keintimannya berbeda, cerbung ini tetap seru dinikmati di setiap Senin dan Kamis.  Alasan saya su

Pengabdian Guru Matematika

Ulasan Novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Blurb “Ini persamaan hidupku sekarang, Bu,” Desi menyodorkan buku catatan ke tengah meja. Bu Amanah, yang juga guru matematika, tersenyum getir melihat persamaan garis lurus dengan variabel-variabel yang didefinisikan sendiri oleh Desi, x1: pendidikan, x2: kecerdasan. Yang menarik perhatiannya adalah konstanta a: pengorbanan. “Pendidikan memerlukan pengorbanan, Bu. Pengorbanan itu nilai tetap, konstan, tak boleh berubah” Konon, berdasarkan penelitian antah berantah, umumnya idealisme anak muda yang baru tamat dari perguruan tinggi bertahan paling lama 4 bulan. Setelah itu mereka akan menjadi pengeluh, penggerutu, dan penyalah seperti banyak orang lainnya, lalu secara menyedihkan terseret arus deras sungai besar rutinitas dan basa-basi birokrasi lalu tunduk patuh pada sistem yang buruk. Dalam kenyataan hidup seperti itu, seberapa jauh Desi berani mempertahankan idealismenya menjadi guru matematika di sekolah pelosok? Review Ibu Desi merupakan

Kegelapan Dari Dasar Danau Seryeong

Ulasan Novel 7 Tahun Kegelapan (7 Seven Years of Darkness ) Karya Jeong You-Jeong. Blurb Seorang anak perempuan ditemukan tewas di Danau Seryeong, waduk yang terkenal angker di sebuah desa terpencil di Korea. Ayah korban dan dua petugas keamanan waduk masing-masing menyimpan rahasia tentang malam kematian anak itu. Sementara polisi mulai melakukan pengusutan, ketiga pria tersebut juga berusaha menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi tanpa membongkar rahasia gelap mereka sendiri. Setelah bentrokan terjadi di waduk yang mengakibatkan tragedi massal, salah satu petugas keamanan tersebut ditahan atas tuduhan pembunuhan. Selama tahun-tahun berikutnya, Choi Seowon hidup di balik bayang-bayang kejahatan ayahnya yang mengejutkan. Ke mana pun ia pergi, seseorang selalu mencoba menguak identitasnya sebagai anak seorang pembunuh. Ketika suatu hari ia menerima paket yang konon akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di Danau Seryeong, Seowon menyadari bahwa permainan mengerikan yang dimulai tu

Enam Kasus Kecil Dari Keempat Tokoh.

Ulasan Novel Hyouka 6 : Even Though I'm Told I Now Have Wings karya Yonezawa Honobu. Kalau baca buku Hyouka dari seri 1 sampai 5  pasti kita familier dengan gaya bercerita Oreki, karena pov yang digunakan adalah pov  Oreki. Bahkan di Hyouka 4: The Doll that Took A Detour yang juga sama-sama mencerita beberapa kasus kecil, diceritakan menggunakan pov Oreki. Makanya, di buku Hyouka 6 ini terasa spesial sebab keempat tokoh memiliki peran yang sama. Saya sebagai pembaca menjadi tahu bagaimana jika tiga tokoh ini bercerita.  Seperti pada kasus kedua, Yang Tidak Terpantul di Cermin, yang diceritakan menggunakan pov Ibara, sebenarnya menarik, tapi karena saya kurang suka kebanyakan dialog, jadi sedikit membosankan di awal-awal cerita. Makin ke tengah, saya mulai menikmati.  Pada kasus pertama yang diceritakan dengan pov Oreki tetap menarik, meskipun saya sudah bisa menebak ke mana arah misterinya.  Di buku ini juga menyinggung hubungan Ibara dan Satoshi, dan bagaimana karakter seorang Ch

Berlari Sambil Berpikir Merupakan Hal yang Betolak Belakang dengan Prinsip Hotaro Oreki.

Ulasan Buku Hyouka 5:  Approximating The Distance Between Two People karya Yonezawa Honobu. Blurb: Musim semi telah tiba. Klub Sastra Klasik akhirnya naik ke kelas 2 SMA. Hotaro dan teman-temannya menyambut seorang calon anggota baru kelas 1 Klub Sastra Klasik bernama Ōhinata. Akan tetapi, belum sempat gadis itu menjadi anggota resmi klub, dia tiba-tiba menyatakan mundur dengan alasan yang tidak jelas dan mencurigakan. Bisakah Hotaro menemukan alasan gadis tersebut mundur sebelum tenggat pendaftaran resmi? Sialnya, hari itu adalah hari turnamen marathon, jadi Hotaro harus berpikir sambil berlari, kegiatan yang melawan prinsip hemat energinya.... Review: Beda dengan 4 edisi sebelumnya yang lebih to the point saat Oreki mendeduksi praduganya, di buku ini diceritakan secara runut dari awal peristiwa hingga akhir dengan alur maju-mundur. Baca buku ini saya diajak kembali ke buku What I Talk About When I Talk About Running karya Haruki Murakami. Di sana juga menceritakan bagaimana Murakami

Kisah Dari Dua Novel Sebelumnya.

Ulasan Novel Ayah dan Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Blurb: Sebenarnya, saya tidak tahu kalau Pak Cik membuat buku ini. Saat melihat judulnya agak ragu juga, apakah buku ini rangkuman dari dua novel Ayah dan Sirkus Pohon atau beda cerita? Boro-boro ada blurbnya. Seperti biasa, blurb berisikan karya-karya Pak Cik. Jadi, saya tidak tahu buku apa ini sebelum membuka plastik pembungkusnya.  Pembuka dimulai dengan perjalanan Pak Cik dan karya-karyanya. Kemudian, cerita 40 Hari  Kesedihan yang berlatar Belantik. Jika kalian membaca Novel Ayah, pasti familier dengan Belantik. Betul, Sabari dan kawan-kawan.  Cerita berikutnya, sepertinya dari novel Sirkus Pohon. Karena saya belum membaca novel Sirkus Pohon, jadi agak membingungkan juga siapa mereka. Setiap babnya dibuat selang-seling antara tokoh di novel Ayah dan Sirkus Pohon.  Bagi saya yang sudah membaca novel Ayah, membaca buku ini seperti mengajak bernostalgia dengan tingkah Sabari, Amiru, Zorro dan kawan-kawan lainnya. Saya rasa, bagi

Kepingan Supernova

Ulasan Buku Kepingan Supernova karya Dee Lestari. Blurb: Dalam pengalaman membaca, ketika ada rangkaian kalimat yang berdenting begitu telak, kadang kita bisa berhenti sejenak, untuk merenung dan berefleksi. Momen-momen itu bagai penanda, pembatas buku yang selamanya tersimpan dalam cerita, sekaligus menjadi bukti bahwa sebuah rangkaian kalimat—tak peduli sependek atau sesederhana apa pun ia—sanggup meninggalkan makna yang mendalam bagi kita. Kepingan Supernova dihadirkan untuk merangkum momen semacam itu. Nikmatilah Kepingan Supernova dengan cara yang Anda suka. Semoga buku ini dapat menjadi penanda kebersamaan Anda dengan semesta Supernova.  Review: Ini kedua kalinya baca Kepingan Supernova karena baru beli buku fisiknya. Sebelumnya baca versi digital di Google Play Book. Seperti judulnya, buku ini berisikan kutipan-kutipan yang ada di Supernova series. Dari KPBJ sampai IEP. Kebanyakan kutipan dari KPBJ. Saya suka dengan kovernya, menggambarkan keenam seri Supernova. Frame layoutnya

The Kingdom that Failed

Ulasan Cerita Pendek The Kingdom that Failed karya Haruki Murakami The Kingdom that Failed adalah cerita pendek terbaru karya Haruki Murakami yang diterbitkan di thenewyorker.com pada 13 Agustus 2020 lalu yang diterjemahkan Jepang-Inggris oleh Jay Rubin. Cerita pendek ini menceritakan tentang Q yang merupakan kawan lama si narator (I). Q punya karakter yang tidak pernah marah meskipun orang melakukan hal yang tidak baik padanya dan dia tidak pernah melakukan yang merugikan orang lain. Dengan kata lain sifatnya manis banget, deh.  Selain karakternya yang baik, Q juga memiliki wajah yang sangat tampan. Q bekerja di salah satu stasiun televisi. Q terlibat rumor skandal dengan seorang aktris yang narator pun tidak tahu siapa dia. Singkat cerita, cerpen ini menceritakan tentang Q. Ini adalah cerpen terpendek dan terpop milik Haruki Murakami yang saya baca. Saya membaca cerpen ini kurang dari 15 menit karena sebegitu pendek dan ringannya. Tidak seabsurd biasanya. Sebenarnya, ceritanya ti

Pencarian Ibu Kandung yang Tak Mengharapkannya.

Ulasan Buku The Star and I karya Ilana Tan. Blurb: "Kulihat dunia dalam matamu dan masa depan dalam senyummu..." Sejak kecil, Olivia Mitchell ingin tahu siapa orangtua kandungnya. Jadi, ketika ia mendapat kesempatan bekerja di New York, ia pun menyambarnya tanpa ragu. Namun, mencari seseorang tanpa nama di kota sebesar New York adalah sesuatu yang mustahil. Kini kontrak kerja Olivia akan segera berakhir, dan Olivia menolak pulang ke Inggris sebelum berhasil melacak keberadaan orangtua kandungnya. Itu berarti ia harus segera mencari pekerjaan baru supaya ia bisa tetap tinggal di New York. Seolah-olah semua itu belum cukup memusingkan, Olivia mendadak bertemu kembali dengan Rex Rankin---sahabat masa kecilnya, sekaligus cinta pertamanya yang gagal---yang muncul untuk menawarkan bantuan. Review:  'Perasaanku selalu sama seperti sembilan tahun lalu.' Bahagia bukan main ketika penulis favorit mengeluarkan karya terbaru. Cukup lama Ilana Tan tidak mengeluarkan karya baru set

Wind/Pinball

Ulasan Buku Wind/Pinball : Two Novels Karya Haruki Murakami ( The Rat Series ) Novel ini dimulai dengan esai yang berjudul ' The Birth of My Kitchen-Table Fiction ' yang menerangkan bagaimana Murakami mengolah karyanya seperti para chef yang mengolah makanan lezat di dapurnya. Meskipun esai, saya menikmati cara Beliau menjelaskan kisahnya. Karena buku ini terdiri dari dua novel, novel pertama adalah Hear The Wind Sing , yang merupakan novel pertama Haruki Murakami, maka buku ini dimulai dari kisah Haruki Murakami soal perjalanan menulis novel Hear The Wind Sing dalam introduction The Birth of My Kitchen-Table Fiction . Murakami yang gemar membaca buku asing membuat ia sulit mengikuti gaya menulis penulis Jepang pada masa itu yang terkesan kaku. Ia yang tengah belajar cara menulis novel yang baik, akhirnya memutuskan untuk mengadopsi gaya menulis penulis asing yang lebih bebas.  Murakami yang saat itu masih bekerja, mencoba mengirimkan naskahnya ke sebuah ajang menulis berge