Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

Wawasan dan Diam

Orang yang berwawasan akan banyak diam dengan ketidaktahuannya. Banyak berbagi dengan pengetahuannya. Orang yang sempit wawasan, akan banyak bicara dengan ketidaktahuannya dan banyak diam dengan ketahuannya. Orang yang berwawasan tak melulu yang memiliki deretan gelar di belakang namanya. Mereka adalah orang yang mau membaca, mencari tahu kebenaran dengan jalan yang benar dan tak bersuara dengan ketimpangan informasi. Orang seperti itu akan bijak dalam bersikap, baik dengan dirinya sendiri, sosial bahkan dengan negerinya. Orang seperti itu jarang sekali ditemukan di zaman sekarang. Tahu kenapa? Rasanya kalian sudah tahu jawabannya. Kekuatan sosial media sangat kuat di era digital. Sosial media bisa mengembalikan kerukunan bahkan bisa jadi bumerang untuk siapa saja. Jika sosial media dibagikan untuk membagi ilmu positif dan hal positif, maka positif juga yang kita dapat. Begitu sebaliknya. Apa sih maksudnya? Begini, orang gila adalah orang waras yang bangga dengan ketidaktahuan me...

Di Balik Lagu Lily - Alan Walker. Apa Benar Konspirasi?

Gambar
Pernah dengar lagu Lily dari Alan Walker? Apa benar di balik lagu ini ada pesan konspirasi iluminati? Mari kita kupas dari kacamata ogut. Kalau ogut dengar dari liriknya, lagu Lily dari Alan Walker ini seperti dongeng sebelum tidur. Di Amerika sendiri banyak dongeng sebelum tidur yang creepy tapi ada pesan moral di baliknya. Kenapa lagu Lily ini ogut bilang seperti dongeng sebelum tidur? Baik, setelah ogut terjemahkan, kurang lebih begini dongengnya: ----------- Di sebuah istana kerajaan terdapat seorang putri kecil bernama Lily yang takut dengan dunia luar. Bisa jadi karena cerita dari orang-orang di istana yang terkesan menakutkan. Namun, semakin tumbuh, dia memiliki penasaran dan ingin tahu kebenarannya. Sepanjang hidup berada di balik tembok istana kerajaan sangat membosankan. Diam-diam dia keluar dari istana dan berusaha berlari secepat mungkin karena takut ketahuan. Matahari mulai tenggelam dan Lily berjalan ke dalam hutan. Dia tersesat, takut dan sendiri. Semuanya menja...

Membuat Tanggung Jawab

Saya mau cerita sedikit. Kalau sudah hanyut dengan buku, produktivitas menulis saya menurun karena jadi susah lagi untuk memulai. Bingung mau mulai dari mana karena saking banyaknya ide yang numpuk di kepala namun tak direalisasikan.  Begitu pula jika menulis terus tapi membacanya kurang, rasanya ada yang hilang. Bahkan, untuk memulai membaca lagi harus perang dulu sama malas.  Begitu dilemanya saya.  Untuk menangani hal itu, saya sempat merenung dulu. Saat itu rasanya mau teriak karena ada perang di dalam kepala dan hati. Satu sisi, saya tidak mau berhenti membaca. Setidaknya, satu buku satu hari. Satu sisi lagi, ingin produktif menulis. Saya tidak mau bertanya kepada orang yang produktif karena percuma saja. Semua jawaban ada di dalam diri saya sendiri. Kalau sudah situasi seperti ini, saya menyempatkan diri untuk merenung. Apa maunya saya? Apa langkah yang mau diambil? Bagaimana caranya? Dan lain-lain. Pertanyaan itu muncul begitu saja di dalam kepala serta ...