Ulasan Buku Dona Dona karya Toshikazu Kawaguchi (buku ketiga seri Before the Coffee Gets Cold)
BLURB
Di sebuah lereng indah tak bernama di Hakodate, Hokkaido, berdiri Kafe Dona Dona yang menawarkan layanan istimewa kepada pengunjungnya: perjalananan melintasi waktu. Seperti di Funiculi Funicula yang ada di Tokyo, hal tersebut hanya dapat dilakukan jika berbagai peraturan yang merepotkan dipenuhi dan dengan secangkir kopi yang dituangkan oleh perempuan di keluarga Tokita. Mereka yang ingin memutar waktu adalah seorang wanita muda yang menyimpan dendam kepada orangtua yang menjadikannya yatim piatu kesepian, seorang komedian yang kehilangan tujuan hidup setelah berhasil mewujudkan impian mendiang istrinya, seorang adik yang khawatir kakaknya takkan bisa tersenyum lagi setelah kepergiannya, dan seorang pemuda yang tak mampu mengungkapkan cinta terpendam kepada sahabatnya. Mungkin perjalanan mereka hanya akan menyisakan kenangan. Namun, kehangatannya akan membekas dan barangkali, pada akhirnya, menumbuhkan tekad baru untuk menjalani hidup.
SUMMARY
Seperti dua buku sebelumnya, mengenai kafe yang memiliki kursi yang dapat membawa siapa pun yang duduk di kursi tersebut melintasi waktu yang diinginkan. Berbeda dengan Funiculi Funicula, Dona Dona berada bukan di Tokyo, melainkan di sebuah lereng di Hokadote, Hokkaido.
Perjalanan waktu yang diceritakan semua mengenai kematian. Tokoh penting di kafe ini bukanlah Nagare atau Kazu seperti di Funiculi Funicula, melainkan Yakari, ibunya Nagare, karena dia terlibat di semua kisah-kisah di buku ini.
1. Kisah Anak Perempuan yang Tidak Bisa Mengatakan "Dasar Menyebalkan!"
Tentang Yayoi, anak yang marah dan kecewa kepada kedua orang tuanya. Hidupnya menyedihkan selepas orang tuanya meninggal dunia. Yayoi ingin kembali ke masa lalu untuk bertemu dengan ibunya, Miyuki. Amarah yang tadinya menyelimutinya, hilang seketika ketika melihat dirinya yang masih bayi bersama kedua orang tuanya di kafe Dona Dona. Ia mempunyai foto dirinya waktu kecil dan ada Yukari di dalamnya, karena Miyuku adalah temanya Yukari.
2. Kisah Komedian yang Tidak Bisa Bertanya "Apa Kau Bahagia?"
Dua komedian, Hayashida dan Todoroki yang memiliki sahabat dekat bernama Setsuka, yang merupakan istri dari Todoroki. Setsuka selalu mendukung mereka berdua dalam meraih mimpinya. Harapan Setsuko adalah kedua sahabatnya itu memenangkan Entertainer Grand Prix dan mereka mendapatkan itu setelah Setsuko meninggal. Todoroki melakukan lintas waktu ke masa lalu untuk memberitahu kemenangannya itu kepada Setsuko.
Peran Yukari di sini adalah Todoroki dan Hayashida merupakan pelanggan lama Dona Dona di masa lalu, sehingga mereka tahu mengenai kursi ajaib di kafe ini.
3. Kisah Seorang Adik yang Tidak Bisa Mengatakan "Maaf"
Kisah Reiko yang kehilangan adiknya, Yukika karena sakit. Reiko tidak melakukan lintas waktu, melainkan Yukika yang melakukannya. Lintas waktu ke masa depan untuk bertemu Reiko dan memberi tahu mengenai penyakitnya. Yukari yang sedang di Amerika mengirim kartu pos kepada Nagare untuk menahan Reiko agar tetap di Dona Dona pada hari tersebut untuk menemui Yukaki. Yukari mengetahui hal itu karena dia sendiri yang menuangkan kopi kepada Yukaki sesaat melakukan lintas waktu ke masa depan.
4. Kisah Pemuda yang Tidak Bisa Mengatakan "Aku Suka Padamu".
Reiji, pelayan Dona Dona yang memiliki impian untuk menjadi komedian terkenal. Diam-diam ia menyukai Nanako, mahasiswi Universitas Hakodate yang merupakan pengunjung tetap Dona Dona. Nanako memiliki penyakit anemia aplastik. Ia sedang mencari donor. Sayangnya, Reiji belum sempat menyatakan perasaannya sebelum Nanako pergi ke Amerika untuk operasi, karena sudah mendapatkan donor. Yang mencari donor untuk Nanako adalah Yukari. Reiji melakukan perjalanan waktu ke beberapa hari lalu untuk menyatakan perasaannya ke Nanako sebelum ia pergi ke Tokyo dan Nanako ke Amerika.
Dari semua kisah di atas, Nagare belajar untuk menerima kematian Kei dan membesarkan Miki seorang diri.
REVIEW
Buku ini menarik seperti Funiculi Funicula. Alurnya pun sama, hanya saja buku ini memiliki keterikatan dengan Yukari, si juru kunci. Menariknya, ada scene mati lampu segala, digambarkan dengan halaman yang hitam.
Alur yang digunakan mayoritas maju mundur seperti biasanya.
⭐️⭐️⭐️
May read
Komentar
Posting Komentar