Berlari Sambil Berpikir Merupakan Hal yang Betolak Belakang dengan Prinsip Hotaro Oreki.

Ulasan Buku Hyouka 5: Approximating The Distance Between Two People karya Yonezawa Honobu.

Blurb:
Musim semi telah tiba. Klub Sastra Klasik akhirnya naik ke kelas 2 SMA. Hotaro dan teman-temannya menyambut seorang calon anggota baru kelas 1 Klub Sastra Klasik bernama Ōhinata.

Akan tetapi, belum sempat gadis itu menjadi anggota resmi klub, dia tiba-tiba menyatakan mundur dengan alasan yang tidak jelas dan mencurigakan.

Bisakah Hotaro menemukan alasan gadis tersebut mundur sebelum tenggat pendaftaran resmi? Sialnya, hari itu adalah hari turnamen marathon, jadi Hotaro harus berpikir sambil berlari, kegiatan yang melawan prinsip hemat energinya....


Review:
Beda dengan 4 edisi sebelumnya yang lebih to the point saat Oreki mendeduksi praduganya, di buku ini diceritakan secara runut dari awal peristiwa hingga akhir dengan alur maju-mundur.

Baca buku ini saya diajak kembali ke buku What I Talk About When I Talk About Running karya Haruki Murakami. Di sana juga menceritakan bagaimana Murakami berpikir sambil berlari. Bahkan dia mengakui bahwa berpikir sambil berlari adalah cara yang bagus untuk mencari jawaban, meskipun menurut kita akan lebih banyak energi yang keluar. Hahaha. Atau mungkin, banyak orang Jepang yang melakukan hal demikian ketika butuh jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di dalam kepalanya? 

Ada tokoh baru di dalam buku ini yang sebelumnya tidak ada, Ōhinata, anak kelas 1 yang baru saja mengundurkan diri dari pendaftaran keanggotaan Klub Sastra Klasik. Mereka berempat penasaran kenapa juniornya ini bisa memutuskan untuk mengundurkan diri secara tiba-tiba.

Awalnya, saya tidak suka dengan karakter Ōhinata yang kadang kurang sopan. Namun, di sisi lain imbang dengan keberadaan Ibara yang frontal. Saya suka ketika Ibara merespon dengan ketus ketika Ōhinata tidak sadar melakukan hal yang kurang sopan. Di balik itu, kasihan juga sama Ōhinata.

Tadinya, saya kira di buku ini akan melanjutkan kisah Ibara dan Satoshi pasca misteri coklat. Ternyata, justru mereka berdua kurang terekspos di sini. 

Hyouka series itu unik dan karakternya menggemaskan sehingga membuat saya enjoy bacanya meskipun alur di buku ini agak lambat karena saking runutnya. Namun, bukan masalah besar buat saya, karena cara Honobu-san bercerita sebegitu ringan dan mudah dicerna. 

⭐⭐⭐⭐

Rose Diana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ulasan Novel Pulang - Tere Liye

Ulasan Novel Hyouka - Yonezawa Honobu

Ulasan Novel Hujan - Tere Liye

Cara Membuat Lipstik Cair Dari Lipstik Padat (How To Make A Liquid Lipstick From Solid Lipstick)

Ulasan Novel Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990) - Pidi Baiq