Menyewa Rumah dengan Persyaratan dan Pantangan yang Banyak serta Misteri di Dalamnya.

Ulasan Buku The Girl Before karya JP Delaney.

Buku ini menceritakan tentang dua orang wanita yang tengah mencari tempat tinggal untuk disewa.  Mereka masing-masing masa lalu dan alasan untuk mencari tempat tinggal baru. Suatu hari mereka bertemu dengan marketer properti dan menyarankan sebuah rumah di One Folgate Street, rumah berdesain minimalis yang merupakan mahakarya seoran arsitek bernama Edward Monkford. Rumah itu memiliki banyak sekali persyaratan untuk penyewa. Banyak larangan yang tidak boleh dilakukan penyewa atas nama idealisme. Sang arsitek ingin rumah buatannya mendapatkan penyewa yang sesuao dengan konsep rumahnya. Meskipun rumah ini mewah, harganya terjangkau, namun tidak mudah untuk mendapatkan penyewa. Selain karena larangannya, penyewa harus melalu test wawancara dengan sang arsitek. Alasan kedua wanita ini menyewa karena harganya terjangkau namun desain dan isinya mewah. Semua sudah berteknologi.  Kekurangannya selain banyak aturan, juga rumah itu diawasi oleh 'tuan rumah'. 
Sebelum memalukan test wawancara, penyewa juga harus mengisi kuesioner yang banyak. Kadang, pertanyaannya tidak gitu penting. 

Penyewa pertama bernama Emma. Dia memiliki masa lalu dengan rumah, makanya dia selektif mencari rumah. Minatnya jatuh kepada rumah bersyarat ini. Namun, sayang pengalamannya tinggal di rumah itu tidak sebanding dengan kehidupannya. Dia putus dengan kekasihnya dan tewas terjatuh dari tangga. 

Selang sekian tahun, penyewa baru bernama Jane. Dia memiliki wajah yang lumayan mirip dengan Emma. Jane baru saja kehilangan anaknya. Kehilangan itu yang membuat Jane ingin pindah rumah dan jatuh pada rumah minimalis ini. Awalnya, kehidupannya berjalan baik, sampai saat menemukan bungan di depan pintu rumahnya. Bunga untuj Emma. Dia pun menelisik informasi tentang Emma dan kematiannya dan ada hubungannya dengan Edward. Keguguhan Jane tinggal di sini karena ia tidak ingi rugi. 

Kisah cinta pun terbentuk antara Emma dan kekasihnya, Emma dan Edward, Emma dan Jane. Edward juga memiliki masa lalu yang berhubungan dengan rumah tersebut. Rumah itu dibuat untuk mendiang istri dan anaknya. 

Fakta kematian Emma pun terungkap. Pelakunya bukan orang jauh. Emma juga sudah ikut memembunuh karakternya sehingga imajinasinya tidak terkendalikan.

Apa kisah masa lalu mereka? Ada apa dengan rumah itu? Bagaimana nasib penyewa itu? Silakan baca sendiri. 

Saya membeli buku ini tanpa sengaja karena ada berbau misterinya, namun saya memilih baca di IPusnas karena entah kenapa sudah mulai lebih nikmati dengan digital. 

Dapat dikatakan bahwa misteri dalam buku ini hanya bumbu penyedap saja. Selebihnya kisah romantis. Tidak begitu istimewa, namun idenya menarik. Tidak terpikirkan oleh saya menyewa tempat tinggal dengan persyaratan banyak dan mengisi kuesioner yang pertanyaannya tidak ada hubungannya. Bahkan rumah itu 'diawasi'. Bagi saya, buku ini agak membosankan. Alurnya lambat. 

Buku ini diceritakan dengan dua sudut pandang dengan menggunakan sudut pandang Emma dan Jane sebagai orang kesatu. Pada sudut pandang Emma, agak menyebalkan karena tidak menggunakan tanda baca yang baik pada kalimat langsung sehingga saya sempat bingung mana narasi, mana dialog. 

⭐⭐

rose diana


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Lipstik Cair Dari Lipstik Padat (How To Make A Liquid Lipstick From Solid Lipstick)

Ulasan Novel Pulang - Tere Liye

Ulasan Novel Hyouka - Yonezawa Honobu

Ulasan Novel Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990) - Pidi Baiq

Drama Serial Caution, Hazardous Wife (Okusama wa, Tori Atsukai Chui / Wife, Handle with Care)