Ulasan Buku Terjemahan Taman Sang Nabi & Pasir Dan Buih - Kahlil Gibran


Judul : Taman Sang Nabi & Pasir dan Buih
Penulis : Kahlil Gibran
Penerbit : KPG
Tahun Terbit (Indonesia) : 2016
(Sebelumnya diterbitkan oleh PT. Dunia Pustaka Jaya. Cetakan 1 : 1986. Cetakan 8 : 2002)
Cetakan ke : 1
Bahasa : Indonesia
Tebal : 157 + v halaman
ISBN : 9786024240875

BLURB

Taman Sang Nabi, yang ditulis oleh Gibran beberapa tahun sebelum meninggal, dimaksudkan sebagai kelanjutan dan pelengkap Sang Nabi, buah penanya yang telah terbit dalam dua puluh bahasa. Wejangan mengenai kebijaksanaan yang universal dan renungan mistis yang menyusup ke segala dimensi alam besar dijalin oleh Gibran dalam untaian kalimat yang puitis, laksana lukisan taman yang indah, damai, dan hening.
Pasir dan Buih adalah untaian mutiara yang memantulkan percikan permenungan perihal cinta, kasih sayang, keikhlasan, kedermawanan, juga keluhuran budi. Kata-katanya plastis dan puitis, menimbulkan lagu dalam kalbu juga gema dalam sukma pembacanya. Untaian mutiara ini mungkin bisa kita jadikan kalung atau bahkan tasbih.

RINGKASAN ISI

Hafiz, muridnya mulai bicara, "Guru,  ceritakan pada kami tentang Kota Orphalese dan negeri tempatmu bermukim selama 12 Warsa"

Al Mustafa diam, pandangnya menerawang jauh ke bukit-bukit dan cakrawala muncul gejolak dalam diamnya.

Tuturnya kemudian "para sahabat ku dan kawan seperjalanan, ibalah hati melihat negeri yang sarat kepercayaan namun sepi agama. Ibalah hati ada negeri memakai sandang tetapi bukan hasil tenunannya. Mereka pun menyantap pangan, seribu sayang bukan hasil panen ladangnya dan minum anggur bukan hasil perasaannya.

Ibalah hati menyaksikan negeri menjunjung si zalim sebagai pahlawan menyanjung penjajah sebagai yang gagah pemenang perkasa.

Ibalah hati menyimak negeri yang mengutuk nafsu dalam mimpi namun takluk padanya di kala jaga.
Ibalah hati pada negeri yang membungkam suara kecuali meratapi arakan duka, mengusung keranda negeri tanpa kebanggaan kecuali puing reruntuhan, enggan melawan kezaliman sebelum leher terbelenggu besi pasungan.

Ibalah hati pada negeri yang bernegarawan musang-musang dan para filsufnya tak lain pemain sulap berseni-budaya tambalan dan tiruan.

Ibalah hati pada negeri yang mengelu-elukan penguasa baru tetapi mengolok-oloknya ketika tiba saat berpamitan hanya untuk menyambut wajah yang lebih baru lagi dengan gempitanya bunyi-bunyian.
Ibalah hati pada negeri yang bertetuakan orang-orang pikun sedangkan orang-orang kuat masih bayi dalam buaian.

Kasihan negeri yang terpecah-pecah dalam kepingan dan setiap kepingnya merasa dirinya sebagai bangsa."

—Kahlil Gibran - Taman Sang Nabi—

PASIR DAN BUIH
Aku berjalan selalu di pantai ini,
Antara pasir dan buih.
Air pasang bakal menghapus jejakku,
Dan angin kencang menyembur hilang buih putih,
Namun lautan dan pantai akan tinggal
Abadi 

ULASAN

Kahlil Gibran adalah penyair, ahli filsafat dan pelukis berdarah Libanon. Karyanya yang puitis membuat pembaca merenungi tulisannya. Gibran kerap menyisipkan pesan ke dalam semua karyanya. Dengan diksi yang memukau menjadi penambah pengetahuan bagi penyair pemula. Karyanya tak habis dimakan waktu.
Pada Taman Sang Nabi, Gibran menyampaikan bagaimana dunia yang dipenuhi kepura-puraan, ketidakwarasan dan kejamnya sifat kepemimpinan yang tidak sehat. Tanpa mengurangi esensi berpuisi, Gibran menyampaikannya dengan tataan kalimat yang menarik sehingga mata tidak sakit namun makna tetap tersampaikan.
Begitu pula pada Pasir dan Buih – sajak puitis tentang cinta, kasih sayang, ikhlas, kedemawanan dan kebaikan hati. Sajak yang bisa menjadi renungan dengan kalimat yang menentuh dan penyampaian yang halus. 


Rose Diana
011117
15.05

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Lipstik Cair Dari Lipstik Padat (How To Make A Liquid Lipstick From Solid Lipstick)

Ulasan Novel Pulang - Tere Liye

Ulasan Novel Hyouka - Yonezawa Honobu

Ulasan Novel Dilan (Dia Adalah Dilanku Tahun 1990) - Pidi Baiq

Drama Serial Caution, Hazardous Wife (Okusama wa, Tori Atsukai Chui / Wife, Handle with Care)