Film Hujan Di Bulan Juni

Hujan di bulan Juni. Filem yang diangkat dari sebuah novel, namun rasanya tidak adil jika membandingkan filem dengan novelnya. Karya Eyang Sapardi Djoko Damono sudah tidak diragukan lagi. Saya suka novelnya, namun tidak dengan filemnya. Filem yang bergendre drama romansa ini mengangkat kisah cinta Sarwono dengan Pingkan yang terhalang berbeda keyakinan, adat serta dunia. Saya membayangkan kisah romansa yang greget namun tidak didapatkan dalam filem ini. Pingkan yang diperani oleh Velove, kurang pas. Bukan lagi melihat kisah cinta dua manusia dewasa namun seperti melihat kisah romansa remaja. Saya berharap kesan Jepangnya dapat, tetapi hanya penggalan dialog antara Pingkan dengn Katsuo. Saya malah merasakan Beni yang diperankan Baim Wong lebih kuat daripada Katsuo, padahal yang ditakutkan Sarwono adalah Katsuo bukan Beni.
Selain itu, cara pembacaan narator terhadap narasi dan puisi, kurang ngena. Ketika Sarwono membacakan puisi, saya lebih merasakannya dibanding ketika Pingkan yang membacakannya. Untuk filem pertama yang diangkat dari puisi, saya kasih bintang 3.
Ngomong-ngomong, kok saya jadi ngeri melihat mata Adipati, ya? 😂 Mungkin efek filem Posesif dan di filem ini pun Sarwono sedikit posesif (lebih tepatnya takut kehilang).

#ulasanfilem

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Membuat Lipstik Cair Dari Lipstik Padat (How To Make A Liquid Lipstick From Solid Lipstick)

Ulasan Novel Pulang - Tere Liye

Ulasan Novel Hyouka - Yonezawa Honobu

Ulasan Memoirs of A Geisha - Arthur Golden

Drama Serial Caution, Hazardous Wife (Okusama wa, Tori Atsukai Chui / Wife, Handle with Care)