Postingan

Menampilkan postingan dengan label Andrea Hirata

Pengabdian Guru Matematika

Ulasan Novel Guru Aini karya Andrea Hirata. Blurb “Ini persamaan hidupku sekarang, Bu,” Desi menyodorkan buku catatan ke tengah meja. Bu Amanah, yang juga guru matematika, tersenyum getir melihat persamaan garis lurus dengan variabel-variabel yang didefinisikan sendiri oleh Desi, x1: pendidikan, x2: kecerdasan. Yang menarik perhatiannya adalah konstanta a: pengorbanan. “Pendidikan memerlukan pengorbanan, Bu. Pengorbanan itu nilai tetap, konstan, tak boleh berubah” Konon, berdasarkan penelitian antah berantah, umumnya idealisme anak muda yang baru tamat dari perguruan tinggi bertahan paling lama 4 bulan. Setelah itu mereka akan menjadi pengeluh, penggerutu, dan penyalah seperti banyak orang lainnya, lalu secara menyedihkan terseret arus deras sungai besar rutinitas dan basa-basi birokrasi lalu tunduk patuh pada sistem yang buruk. Dalam kenyataan hidup seperti itu, seberapa jauh Desi berani mempertahankan idealismenya menjadi guru matematika di sekolah pelosok? Review Ibu Desi merupakan ...

Kisah Dari Dua Novel Sebelumnya.

Ulasan Novel Ayah dan Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Blurb: Sebenarnya, saya tidak tahu kalau Pak Cik membuat buku ini. Saat melihat judulnya agak ragu juga, apakah buku ini rangkuman dari dua novel Ayah dan Sirkus Pohon atau beda cerita? Boro-boro ada blurbnya. Seperti biasa, blurb berisikan karya-karya Pak Cik. Jadi, saya tidak tahu buku apa ini sebelum membuka plastik pembungkusnya.  Pembuka dimulai dengan perjalanan Pak Cik dan karya-karyanya. Kemudian, cerita 40 Hari  Kesedihan yang berlatar Belantik. Jika kalian membaca Novel Ayah, pasti familier dengan Belantik. Betul, Sabari dan kawan-kawan.  Cerita berikutnya, sepertinya dari novel Sirkus Pohon. Karena saya belum membaca novel Sirkus Pohon, jadi agak membingungkan juga siapa mereka. Setiap babnya dibuat selang-seling antara tokoh di novel Ayah dan Sirkus Pohon.  Bagi saya yang sudah membaca novel Ayah, membaca buku ini seperti mengajak bernostalgia dengan tingkah Sabari, Amiru, Zorro dan kawan-kawan lainn...

Orang-Orang Biasa - Andrea Hirata

Gambar
Komedi Lokal Rasa Hollywood Tahu film Hollywood 21 Jump Street ? Ya, pembuka novel ini membuat saya teringat film itu. Inspektur Abdul Rojali dan Sersan P. Arbi seperti Cops Schmidt dan Jenko.  Awal mula tertarik untuk baca ini adalah karena diimingi-iming nuansa kriminal dan misteri karena ada unsur detektifnya. Sebagai pecinta cerita kriminal, misteri dan detektif, sulit untuk tidak penasaran. Apalagi karya Andrea Hirata. Penulis satu ini tidak pernah menulis misteri bahkan kriminal. Makanya, ketika diiming-iming mengandung unsur tersebut, saya pun ikut tergugah untuk membaca.  Bagian awal ada dua plot, plot Honorun dan kawan-kawan dan plot Inspektur Rojali. Namun, pada bagian pertengahan hingga akhir, berkembang menjadi tiga plot: Debut Awaludin dan kawan-kawan yang ingin merencanakan perampokan, Inspektur Rojali dan informannya untuk mengusut kejahatan di Belantik dan plot Ibu Atikah yang terobsesi mengusut kasus perampokan sendiri ala detektif. Ketiga plot ...